Senin, 24 Januari 2011

PDI PERJUANGAN


PDI PERJUANGAN... kecamatan pageruyung kabupaten kendal kemarin pada hari minggu 23/ 01/ 2011 baru saja membuat kepengurusan baru, yang mana dalam kepengurusan baru tersebut diantaranya terpilihnya PAC yang baru, ketua ranting, dan kepengurusan anak ranting.
Nah.... kemarin malam terfikir di benak pengen cari-cari web PDIP, setelah muter-muter aku ketemu web yang menulis seputar akhir pemilau 2009. oke banget tuch tulisannya. simak ya.. hehe aku sempet njiplak nich...

" Hasil pengumuman KPU hari ini tanggal 25 Juli 2009 menyatakan SBYBudionosebagai pemenang pemilu dengan meraih suara yang telak dan memperolehlebihdari 20% di setiap propinsi.
Apakah ini suatu hal yang menakjubkan? Tidak!

Mengapa hal ini menjadi suatu hal yang biasa?
Hasil pengumuman KPU ini telah sesuai/konsisten dengan hasil survey yang terusmenerus dari beberapa lembaga survey.

Lalu bagaimana dengan tuntutan mengenai kisruh DPT, pengurangan jumlah TPS, pemilih ganda, dsb yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi?
media Dalam opini ini kita tidak membahas hal itu semua, karena mungkin hal itu bisa jadimempengaruhi hasil pemilu, namun ada hal yang mendasar lainnya yang mempengaruhi kemenangan SBY Budiono yang jarang dan bahkan tidak dibahas dimassa maupun oleh tim kampanye semua pasangan.

Suharto incumbent Masih ingatkah anda apa yang menjadi kunci kemenangan Golkar dan Presidenpada masa Orde Baru? Suatu hal yang tidak dapat dibuktikan namunsudah menjadi rahasia umum bahwa aparatur negara telah digunakan olehuntuk memperkuat dan memperkokoh pemerintahannya. Bukankah padawaktu itu negara kita menerapkan sistem demokrasi presidensil. Ya, memang benardi permukaannya, ada pemilu yang luber atau luberjurdil. Namun mewajibkansemua pegawai negeri untuk memilih partai dan presiden tertentu jelas tidakdemokrasi di bawah permukaan/di balik layar.

Lalu apa hubungannya dengan kemenangan Partai Demokrat dan SBY Budiono?
Apakah SBY menerapkan strategi yang sama? Jelas tidak!
Karena jika beliau melakukan hal yang sama akan terbaca dengan mudah danketahuan oleh umum dengan cepat. Kali ini pelaksanaan demokrasi di Indonesia telah jauh lebih baik jika dibandingkan jaman orde baru, di permukaan ada pestademokrasi, terbukti secara kasat mata dengan adanya pemilu yang luberjurdil yang bahkan diselenggarakan oleh KPU sebagai komisi independen yang tidak memihak.
Di bawah permukaanpun, secara kasat mata tidak ada lagi sistem pemaksaan yang mewajibkan setiap pegawai negeri harus memilih partai Demokrat maupun SBYBudiono.

yang Kita tidak bisa menuduh dan/atau membuktikan apa yang terjadi lebih dalam lagijauh di bawah permukaan. Di balik layar masih ada layar.

2009 Kita tentunya berharap agar demokrasi di Indonesia jangan sampai di bawa kepadakemunduran lagi karena kehalusan strategi/politik tingkat tinggi. Sekalipun pemiluini diulang secara ekstrim bahkan sampai 100 kali dan DPT dimutakhirkandengan cermat dan seksama, pemilu diawasi dengan ketat dan tanpa pelanggaransama sekali di lapangan, hasil pemilu tidak akan jauh berbeda, kita bisa yakinbahwa SBY Budiono akan tetap menang. Katakanlah tidak setelak saat ini, namunSBY Budiono dapat diprediksi tetap unggul diantara semua calon presiden danwakil presiden yang lain. Lho kok bisa? Ya jelas bisa...!

incumbent ( Indonesia. Satu hal yang dilupakan oleh para petinggi partai dan tim kampanye presidenadalah peringatan/tanda bahaya atas pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Kedepan, jika hal memberikan suara pegawai negeri tidak segera dicabutsebagaimana halnya dengan TNI/Polri, maka potensi penggunaan mereka olehsiapapun mereka) sebagai tenaga terdidik, terlatih, dan terorganisasisangat terbuka. Jika hal ini terjadi maka sia-sialah perjuangan reformasi diKe depan tidak mungkin mempergunakan pegawai negeri dengan carapaksa, tapi bagaimana dengan:
1. Kenaikan gaji
2. Promosi kenaikan pangkat
3. Penawaran untuk posisinya dipertahankan pada periode berikutnya
4. Pendidikan dan pelatihan yang lebih baik
5. Perhatian untuk keluarga pegawai negeri
6. Himbauan halus, tanpa bukti untuk memilih calon tertentu
7. Peningkatan fasilitas
Secara psikologis, bahkan tanpa dihimbau sekalipun para pegawai negeri dapatdipastikan akan memilih incumbent dan mengajak keluarga, sanak saudara, danteman-temannya untuk memilih incumbent juga. Kampanye yang luar biasa (namuntidak adil bagi calon lainnya, dimana ketidakadilannya, silahkan andarenungkan/pikirkan).

yang gratis, Lalu bayangkan saja jika para pegawai negeri/aparatur negara kompakmendukung dan sepakat membuat dan menggunakan program-program pemerintahmenyentuh rakyat secara langsung seperti pemberian uang tunai, sekolahkesehatan gratis, dsb.

Silahkan dibayangkan sendiri bagaimana efek kampanye-nya kepada masyarakat. Pasti sukses bukan main dan luar biasa...! Dijamin...!!

Tulisan ini obyektif untuk pendidikan politik seluruh bangsa dan rakyat Indonesia, bukan karena Mega Prabowo kalah dalam pilpres 2009.

Kalau hak memberikan suara para pegawai negeri tidak segera dicabut, bersiaplahmenyambut kematian demokrasi di Indonesia."

Sebuah catatan untuk Demokrasi di Indonesia yang lebih baik.

oke..!! kalo mau kunjung ke webnya silahkan klik http://www.pdi-perjuangan.blogspot.com pasti puas bisa koment atow tanya-tanya. hehe